Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2011

Siapa Mahram Saya

Mahram, adalah sebutan untuk lawan jenis yang tidak bisa dinikahi. Namun masih ada beberapa diantara kita menyebutnya dengan kata Muhrim, padahal yang dimaksud adalah Mahram. Muhrim adalah sebutan untuk orang yang sedang berihram dalam ibadah haji dan belum melakukan tahlul (pemotongan sebagian rambut).

Berdasarkan QS Annisa:23, yang termasuk mahram dari kalangan laki-laki adalah:
  1. Ummahatukum, Ibu dst keatas seperti nenek
  2. Banatukum, Anak perempuan dst kebawah seperti cucu, cicit
  3. Akhwatukum, Saudara perempuan sekandung
  4. 'Ammatukum, Saudara perempuan ayah (bibi)
  5. Khalatukum, Saudara perempuan ibu (bibi)
  6. Banatul Akhi, Anak perempuan dari saudara laki-laki (Keponakan)
  7. Banatul Ukhti, Anak perempuan dari saudari perempuan (Keponakan)
  8. Ummahatukumul lati Ardho'nakum, Ibu-ibu yang menyusui kamu
  9. Akhwatukum minar radha'ah, Anak perempuaan sepersusuan
  10. Ummahatu binisa'ikum, Mertua (pr)
  11. Anak tiri mu yang masih dalam pemeliharaan, dan istrimu sudah dicampuri
  12. Menantu
  13. Adik atau kakak yang sekandung dari hasil pernikahan (ipar)
Sedangkan untuk Mahram perempuan adalah sebaliknya.

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS: An-nisa:23).
 Wallahu a'lam bisshawab.

Nama-nama bulan di kalender Hijriyah

Hafal nama2 bulan dikalender Masehi? "Pasti". Hafal nama2 bulan dikalender Hijriyah? "mmmmm..".  Kalender Hijriyah ditetapkan berdasarkan rotasi bulan (Qomariyah). Bahwa setahun ada dua belas bulan, berdasarkan firman allah sebagai berikut:
” إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ “( التوبة :36)
“ Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, “ (Q.S. Al-Taubah : 36)
Nama-nama bulan tersebut adalah:
  1. Muharram
  2. Safar
  3. Rabi'ul 'Ula / Rabiul awal
  4. Rabi'ul Tsani / Rabiul Akhir
  5. Jumadil Ula
  6. Jumadil Tsani
  7. Rajab
  8. Sya'ban 
  9. Ramadhan 
  10. Syawal
  11. Dzul Qa'dah
  12. Dzul Hijjah
Sangat penting untuk mengetahui hitungan bulan hijriyah ini karena hal-hal yang terkait ibadah akan dihitung berdasarkan kalender hijriyah (qomariyah) bukan kalender masehi (syamsiyah), seperti kewajiban puasa, haji, perhitungan satu haul perniagaan, masa iddah.
Dalam bulan-bulan itu ada yang disebut bulan-bulan haram. Yang dimaksud dengan bulan haram adalah dimana pada bulan itu diharamkan untuk berperang. Bulan-bulan itu adalah Dhulqa'dah, Dhulhijjah, muharram, dan rajab.

Senin, 09 Mei 2011

Lirik kanan kiri

Tulisan ini hanya kopas dari milis alumniku. Tp karena tanpa judul, jadi saya kasih judul sendiri. isinya mudah2an bisa membuat tersenyum. Sebelum membaca, mari tersenyum dulu.. bismillah, deg deg deg an.. yuk lah langsung baca saja :) 

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan. 

Tiba-tiba lewat sebuah motor didepan mereka. Berkatalah petani kepada istrinya,"Lihat Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu meski mereka kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai dirumah tidak seperti kita yg harus lelah berjalan untuk sampai kerumah." 
Sementara itu pengendara motor dan istrinya yg sedang berboncengan dibawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka. Pengendara motor itu berkata kpd istrinya,"Lihat Bu, betapa bahagianya orang yg naik mobil itu,mereka tidak perlu kehujanan spt kita."
Didalam mobil pick up yg dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah sedan Mercy lewat,"Lihatlah Bu, betapa bahagia org yg naik mobil bagus itu, pasti nyaman dikendarai tdk spt mobil kita yg sering mogok."

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yg berjalan bergandengan tangan dibawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dlm hati,"Betapa bahagianya suami istri itu, mereka dgn mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku & istriku tdk pernah punya wkt utk berduaan krn kesibukan masing-masing."
Kebahagiaan takkan pernah kita miliki jika kita hanya melihat kebahagiaan milik org lain,dan selalu membandingkan hidup kita dengan hidup org lain.


Bersyukurlah senantiasa atas hidupmu, supaya kau tahu dimana kebahagiaan itu berada.

Minggu, 08 Mei 2011

Doa Akhir Majelis


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ
SUB_HAANAKALLOHUMMA WABI_HAMDIKA
Maha suci Engkau Ya Alloh dan dengan memujiMu
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLA ANTA
Aku bersaksi bahwa tia-da Tuham selain Engkau.
أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
ASTAGHFI-RUKA WA ATUUBU ILAIK.
Aku mohon ampunanMu dan aku brtaubat padaMu.
رواه النسائي والترمذي
(HR. An Nasa’i & At-Turmudzy )

Bacaan diatas adalah doa akhir majelis, bacaan yang biasa dibaca untuk mengakhiri suatu majelis ilmu/ta'lim. Membaca doa Majlis ini juga memiliki dasar yang kuat dalam Islam. Hadits-haditsnya diriwayatkan oleh banyak sahabat nabi, dibawah ini hanya disebutkan beberapa saja. (mudah2an dapat mewakili)

Dari Abu Barzah Al Aslami Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

كان رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم يقول بأخرة إذا أراد أن يقوم من المجلس "سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك" فقال رجل: يارسول اللّه إنك لتقول قولاً ما كنت تقوله فيما مضى فقال: "كفارةٌ لما يكون في المجلس".

Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengucapkan pada akhir jika dia hendak bangun dari majelis: “Maha Suci Engkau, Ya Allah dengan memujiMu, Aku bersaksi Tiada Ilah Kecuali Engkau, aku memohon ampunanMu, dan aku bertobat kepadaMu.” Ada seseorang yang bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhna engkau mengatakan perkataan yang tidak engkau katakan pada waktu yang lalu.” Beliau menjawab: “Itu sebagai kifaarah (penebus kesalahan) terhadap apa yang terjadi di majelis.” (HR. Abu Daud No. 4859, Syaikh Al Albani mengatakan hasan shahih. Ibnu Abi Syaibah, Al Mushannaf, 7/49 )

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, katanya: bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

من جلس في مجلس فكثر فيه لغطه فقال قبل أن يقوم من مجلسه ذلك: سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك إلا غفر له ما كان في مجلسه ذلك

Barangsiapa yang duduk dalam majelis, lalu di dalamnya banyak kegaduhan, maka hendaknya dia berkata sebelum bangun dari majelisnya itu: “Maha Suci Engkau, Ya Allah dengan memujiMu, Aku bersaksi Tiada Ilah Kecuali Engkau, aku memohon ampunanMu, dan aku bertobat kepadaMu.” Melainkan akan diampunkan baginya terhadap apa-apa yang terjadi di majelis tersebut. (HR. At Tirmidzi No. 3433, beliau mengatakan: hasan shahih gharib. Sementara Syaikh Al Albani mengatakan shahih)

Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, katanya:

ما كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يقوم من مجلس إلا قال سبحانك اللهم ربي وبحمدك لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك فقلت له يا رسول الله ما أكثر ما تقول هؤلاء الكلمات إذا قمت قال لا يقولهن من أحد حين يقوم من مجلسه إلا غفر له ما كان منه في ذلك المجلس


Tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun dari majelis melainkan dia mengucapkan: “Maha Suci Engkau, Ya Allah dengan memujiMu, Aku bersaksi Tiada Ilah Kecuali Engkau, aku memohon ampunanMu, dan aku bertobat kepadaMu.” Lalu ‘Aisyah berkata: “wahai Rasulullah, betapa banyak engkau ucapkan kalimat itu jika engkau bangundari majelis.” Beliau bersabda: “Tidaklah seseorang mengucapkan kalimat itu ketika dia bangun dari majelis, melainkan akan diampunkan baginya terhadap apa-apa yang terjadi di majelis tersebut.” (HR. Al Hakim, Al Mustadrak ‘Alash Shaihain No. 1827. Katanya: isnadnya shahih, dan tidak dikeluarkan oleh Bukhari- Muslim) 

Jumat, 29 April 2011

Terus semangat!

Bersabar dan ikhlaslah dalam setiap langkah perbuatan
Terus meneruslah berbuat baik ketika dikampung atau dirantau
Jauhilah perbuatan buruk, dan ketahuilah pelakunya pasti diganjar, diperut bumi dan diatas bumi
Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi dalam waktu yang mengalir
Sungguh didalam sabar ada pintu sukses dan impian kan tercapai
Jangan mencari kemuliaan dikampung kelahiranmu
Sungguh kemuliaan itu ada dalam perantauan di usia muda
Singsingkan lengan baju dan bersungguh sungguh lah mencapai impian
Karena kemuliaan tak akan bisa diraih dengan kemalasan
Jangan bersilat kata dengan orang yang tak mengerti apa yang kau katakan
Karena debat kusir adalah pangkal keburukan
-Syair Ahmad Hasyimi -
(sumber: Ranah 3 Warna)
Kembali membaca sekilas tumpukan novelku yg gak seberapa, syair diatas berhasil membuat saya manggut2 setuju. Apalagi dengan kondisi yang sepertinya haus motivasi, jenuh.
Bagaimanapun lingkungan kita, apapun itu.. tetaplah hanya berbuat baik. Tetap bersabar, bukan pasrah. Sabar dalam arti aktif untuk mencari jalan keluar, terus berusaha. Siapa lagi yang akan menopang diri kita, jika bukan kita sendiri. I'timad ala nafsik (bertumpu pada diri sendiri). 
You can change all things for the better when you change your self for the better -- Jim Ron (sumber: 9 Matahari)
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11
 Adalah hak setiap orang untuk menjadi yang luar biasa! Tetap Semangat!!!

Rabu, 06 April 2011

Ibu, mengertilah aku...

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Seorang laki-laki datang menemui Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?” Beliau menjawab, “Ibumu! Ia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Rasul menjawab lagi, “Ibumu!” Ia balik bertanya, “Siapa lagi?” Rasul kembali menjawab, “Ibumu!” Ia kembali bertanya, “Lalu siapa lagi?” Beliau menjawab, “Bapakmu!” (HR. Bukhari dan Muslim).
Syurga ada ditelapak kaki ibu... Begitu mulia sosok ibu digambarkan. Maka sepatutnyalah kita memuliakannya, karena demikianlah kita dianjurkan, diajarkan. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat kepada orang tua kita.

إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً
Artinya : Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun (QS, Al-Ahqaf 15)
Tetapi.. Tahukah engkau duhai ibuku, yang kutahu pasti akan selalu menyayangiku dengan caranya, terkadang terasa begitu memberatkanku. Janganlah terlalu memberatkanku dgn ini itu, supaya aku slalu husnudzon kepadamu  :) :) :)  Bagaimanapun aku kn mencintaimu, ibu.... Kok saya jd speechless gini ya, bingung mau ngomong apa. Ada kutipan doa yang bagus nih, entah dr mana sumbernya, mudah2an bisa mewakili doa seorang anak untuk orang tuanya :

Ya Allah, rendahkanlah suaraku bagi mereka, 
       Perindahlah ucapanku di depan mereka
       Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan 
       Lembutkanlah hatiku untuk mereka
Ya Allah, berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya 
      atas didikan mereka padaku dan Pahala yang besar 
      atas kesayangan yang Mereka limpahkan padaku, 
      Peliharalah mereka Sebagaimana mereka memeliharaku
Ya Allah, apa saja gangguan yang telah mereka rasakan
      atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
      atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku, 
      jadikanlah itu semua penyebab gugurnya dosa-dosa mereka,
     meningginya kedudukan mereka 
    dan bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu, 
Ya Allah sebab hanya Engkaulah yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda. 
Ya Allah, bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
      izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku. 
      Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku, 
      maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,
      sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
     di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu
Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Karunia Maha Agung, serta anugerah yang tak berakhir dan Engkaulah yang Maha Pengasih Di antara semua pengasih

Kamis, 10 Maret 2011

Kebodohan Profesor yang Menganggap Agama Sebuah Mitos Terjawab Sudah

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini.

"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?". 

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".

"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.

"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut. 

Profesor itu menjawab,
"Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan." 

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. 

Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"

"Tentu saja," jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"

"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab,
"Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."


Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" 

Profesor itu menjawab, "Tentu saja gelap itu ada."

Mahasiswa itu menjawab,
"Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak."

"Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna."

"Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"

Dengan bimbang professor itu menjawab,
"Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,

"Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan."

"Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."

Profesor itu terdiam.

Dan mahasiswa itu adalah,


 http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/a/a0/Einstein_patentoffice.jpg/459px-Einstein_patentoffice.jpg
Albert Einstein.

Sumber :
situslakalaka.blogspot.com

Bersyukurlah!

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar ...

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...
Di masa itulah kamu tumbuh ...

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang ...

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu ...

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga ...

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan ...

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik ...
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut ...

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif  ...
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu ... 

Sumber :
ilhamseptian.blogspot.com